LDR (Long Distance Relationship)
Sudah berkali-kali aku menjalani LDR (Long Distance Relationship) dan berkali-kali pula aku gagal mengakhirinya dengan happy ending. Entah itu karena faktor jarak yang jauh atau soal komunikasi yang tidak lancar.
Tapi menurutku jarak bukanlah alasan yang menyebabkan gagalnya suatu hubungan jarak jauh. Asalkan komunikasinya lancar, jarak yang jauh bukanlah masalah lagi.
Apalagi saat ini teknolgi sudah semakin canggih. Melalui hanphone, kita bisa sms-an, telponan bahkan bisa 3G-an. Selain itu teknologi internet sudah sedemikian berkembang. Kita bisa berkomunikasi dengan chatting dan bahkan bisa saling melihat webcam apabila satu dengan yang lainnya saling kangen.
Tapi tetap saja, kecanggihan teknologi tidak bisa menjamin langgengnya hubungan jarak jauhku. Komunikasi yang kurang lancarlah penyebabnya. Apa gunanya memiliki hanphone atau internet kalo ga digunakan untuk komunikasi? Padahal hanya itu satu-satunya cara untuk tetap berhubungan/berkomunikasi.
Dalam hubungan melibatkan dua orang. Tapi akan sia-sia saja kalo yang menjaga komunikasi itu hanya 1 orang saja sedangkan yang 1 lagi tidak terlalu menganggap penting komunikasi itu.
Komunikasi 2 arah yang lancar adalah kunci utama dalam LDR. Kalo komunikasi hanya berjalan 1 arah (ga ada feedback) sama aja dengan NIHIL! Aku cape menjadi pihak yang selalu menjaga komunikasi, tapi pihak lain tidak menggubrisnya. Padahal yang kecil-kecil seperti sms adalah sesuatu yang dapat menjaga hubungan LDR ini. Tapi sepertinya banyak yang ga menyadari hal itu.
Aarghhh.. Aku cape menjalani LDR. Lebih baik aku berfikir 1000x untuk menjalani LDR lagi. Aku ga maw kejadian yang udah2 terulang lagi.
“A second, a minute, and hour, a day goes by
Im hopin’ just to be by your side
Im turnin’ the handle, it won’t open
Don’t make me wait cuz right now I need your smile
Knock… Knock…
When life had locked me out, I turned to you
So open the door
You’re all I need right now it’s true
Nothin’ works like you”










mamatissa replied:
jarak emg ga ada pngaruhnya kalo qt sm2 ngerti konsekuensinya… plg penting sih kepercayaan mnurutku jenk… soalnya aq dan suamiku dl jarak jauh hingga 4 tahun, dan alhamdullah, kini kami udah menikah…
semangat ya. cinta itu kan buta, sjak kapan dy bs ngitung jarak?
10/06/2009 at 6:13 pm. Permalink.
tutuko replied:
LDR itu memang berat.selalu banyak prasangka buruk yg muncul di pikiran kita tentang dia.salam sayang.
25/06/2009 at 10:21 am. Permalink.
anto replied:
LDR atau tidak, sebenarnya sama saja. yang paling penting kepercayaan dan komunikasi… aku yakin, kita bisa menjalaninya…
27/06/2009 at 12:54 am. Permalink.
anto replied:
satu atau dua pengalaman saja, bukan akan seperti itu adanya..
27/06/2009 at 1:02 am. Permalink.
Den Mas replied:
tetep lah jeng, namanya telpon sms chatting nggak bakalan bisa menggantikan kehadiran fisik. Kita sering ditelpon sama ortu tapi tetep kangen kan? hehehe
25/07/2009 at 11:10 pm. Permalink.
vinnamelwanti replied:
slamat menjalani yaa…
26/08/2009 at 6:49 pm. Permalink.
Devi Isman replied:
Dan sekali lagi LDRku tidak berakhir dengan Happy Ending. Bukan karena aq salah pilih orang, tapi karena takdir Ilahi yang memisahkan kami.
Selamat jalan sayangkuw Harfianto Afgani, mungkin di dunia kita tidak berjodoh, kelak di akhirat kita mungkin berjodoh. Allah maha tahu, sedangkan kita tidak.
Miss u… T_T
24/12/2009 at 3:40 am. Permalink.